Anak Desa Masa Pandemi : Belajar Online, Bermain Offline

Assalamualaikum temen-temen kenalin aku Enes mahasiswa semester 5 Prodi Analis Keuangan di Politeknik Negeri Semarang. Yang sekarang sedang pulang ke salah satu desa di kota kecil Magetan. Tentu saja pulang karena adanya Covid-19 yang mengharuskan belajar secara daring. Kali ini aku mau cerita tentang anak-anak di desa ku saat masa pandemi seperti ini. Siapa sih yang nggak tau virus Covid-19? Hampir semua orang tau virus ini. Virus Covid-19 yang menyebar sejak awal Tahun 2020 nerasal dari Wuhan, China. Tentu semua orang sudah mengetahui asal muasal dari Covid-19 ini. Virus ini menyebar dengan cepat ke penjuru dunia termasuk Indonesia. Sejak pertama kali diumumkan hingga saat ini kasus positif di Indonesia semakin meningkat. Keberadaanya mengubah setiap perilaku dan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kebiasaan baik seperti mencuci tangan mulai digencarkan kembali. Tidak hanya itu, kampanye #yukpakaimasker juga dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Keberadaan Covid-19 juga mempengaruhi kegiatan belajar mengajar. Hampir semua kegiatan belajar dilakukan secara online, baik dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi. Bagi mahasiswa atau siswa SMP dan SMA sebagian besar masih mampu mengakses pembelajaran. Akan tetapi bagi siswa SD hal ini sangat disayangkan. Sebagai gambaran, di desa saya tepatnya dimana anak-anak SD harus melakukan kegiatan belajar online, namun tidak didukung oleh akses dan fasilitas.

Kekurangan akses dan fasilitas sebagian besar karena orang tua yang memiliki ekonomi rendah dan tidak mampu membelikan handphone bagi anaknya, selain itu di Desa saya akses internet sangat susah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk terus meningkatkan pendidikan khususnya di Desa saya. Sangat disayangkan apabila pendidikan saat pandemi ini semakin menurun, anak-anak semakin jarang untuk belajar. Namun, untuk kegiatan bermain mereka lakukan setiap hari. Seperti sama saja melakukan kegiatan belajar secara online, tetapi mereka juga tidak berhenti bermain di luar rumah dan bertemu dengan teman-temannya. 

Memang untuk dapat mematuhi aturan seperti tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan, memakai masker, mencuci tangan itu tidaklah mudah. Hal ini memerlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi, dan mereka harus paham betul tentang konsekuensi apabila tidak melakukan hal ini. Namun anak-anak haruslah diberi tahu setiap saat, karena memang mereka perlu selalu diingatkan. Dalam hal ini peran orang tua sangat besar untuk melatih anak-anaknya agar disiplin di masa pandemi. 

Penanaman nilai kedisiplinan ini harus banget dilakukan buat anak-anak karena anak-anak adalah masa depan bangsa, maka mereka harus tetap sehat dan pastinya harus disiplin. Belajar online jangan dijadikan kesempatan untuk bermain dengan teman-teman di luar, dijadikan kesempatan untuk tidak belajar karena tidak masuk sekolah. Pola pikir anak di desa yang sebagian besar seperti ini harus diubah, dan orang tualah yang punya peran sangat besar. 

Yang terakhir, meski di rumah aja, jangan lupa buat belajar ya!

salam dari Enes , Wassalamualaikum wr.wb


Komentar