Great, Greta!


Nonton film bagi seseorang mungkin hanya sebatas untuk hiburan belaka, tapi tak sedikit juga orang-orang mengambil pesan tersembunyi dari film tersebut dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini yang terjadi pada gadis kecil di Swedia bernama Greta Thunberg. Greta menonton film dokumenter mengenai dampak perubahan iklim atas kerusakan lingkungan. Setelah menonton film itu, ia mogok makan dan berbicara karena merasa kecewa atas apa yang ia lihat. Ia juga tak mau berangkat ke sekolah dan lebih memilih untuk mempelajari banyak hal soal kerusakan lingkungan.

Orang tua Greta Thunberg ialah pasangan selebritis elite di Swedia, mereka dipaksa oleh anaknya untuk merubah pola hidup dan lebih memperhatikan masalah lingkungan berdasarkan informasi-informasi yang ia dapat. Orang tua Greta merasa khawatir atas perubahan sikap Greta kemudian, mereka berinisiatif untuk membawanya ke dokter. Benar saja, ternyata Greta mengidap depresi, autisme, gangguan selective mutism dan gangguan obsesif kompulsif. Greta mengakui kekurangannya namun, bukan menjadi halangan baginya untuk tetap memperhatikan masalah lingkungan.

Aksi Greta setelah mempengaruhi orangtuanya agar merubah pola hidup adalah melakukan demonstrasi di depan parlemen Swedia setiap hari Jum’at dengan membawa papan tuntutan dan poster mengenai kerusakan lingkungan. Papan yang paling sering ia gunakan adalah papan bertuliskan “Skolstrejk for klimatet” yang kurang lebih memiliki arti pemogokan sekolah demi perbaikan iklim Ia bertekad untuk melakukannya setiap minggu, sampai pemerintah melakukan perubahan aturan yang berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan. Aksi Greta menginspirasi anak-anak di banyak negara. Dilansir melalui BBC 1,6 juta anak di 125 negara melakukan hal yang sama. Atas keberaniannya, Greta mendapat panggung di dunia internasional. Ia pernah berpidato di dalam sidang PBB di New York, ia berteriak “kalian pencuri! Kalian tekah mencuri mimpi-mimpi kami” serunya pada ratusan delegasi pada sidang PBB tersebut. Ia juga pernah berbicara di World Economic Forum, forum diskusi TED dan forum pertemuan anggota parlemen Inggris. 

Kita sering kali meremehkan perubahan iklim, padahal dampakya sudah jelas terasa. Kita tidak perlu menunggu seluruh es kutub mencair, kita tidak perlu menunggu seluruh pohon ditebangi, kita tidak perlu menunggu perairan ditutupi oleh sampah, kita tidak perlu menunggu seluruh hewan untuk punah. Gerakan Greta cukup menggetarkan hati untuk memulai kesadaran diri untuk menjaga bumi. Melalui tulisan ini, saya berharap para pembaca dapat mengikuti langkah Greta dan mempersiapkan anak-anak di sekitar pembaca untuk lebih aware dengan permasalahan lingkungan karena masa depan adalah milik mereka.


Penulis: Putri Ayak


Sumber :

Joan Aurelia dalam Tirto.id, “Masa Depan Dunia Ada di Tangan Greta Thunberg dan Anak-Anak”

https://tirto.id/masa-depan-dunia-ada-di-tangan-greta-thunberg-dan-anak-anak-ecxi

Riki Frindos dalam CNBC Indonesia, “Kisah Greta Thunberg dan Masa Depan Investasi Berkelanjutan”

https://www.cnbcindonesia.com/opini/20191105114631-14-112738/kisah-greta-thunberg-masa-depan-investasi-berkelanjutan

Komentar