Masih banyak orang Indonesia yang mengabaikan masalah-masalah kesehatan mental (Mental Health),padahal kesehatan mental bukanlah permasalahan yang sepele dan perlu ditangani dengan tepat. Masalah kesehatan mental bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Namun sayangnya masih banyak orang tua yang kurang memperhatikan bahkan kerap tidak sadar terhadap kesehatan mental anaknya.
Kebanyakan orang tua hanya mengutamakan kesehatan fisik anaknya, dan tidak memperhatikan kesehatan mental sang anak. Padahal kesehatan mental ini sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial, perkembangan emosi, bahkan kesehatan fisik anak. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 5 anak mengalami gangguan mental. Gangguan mental bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya ADHD, gangguan perilaku, kecemasan, depresi, hingga sindrom Tourette. Oleh karena itu, gejala yang terjadi pun juga berbeda-beda.
Sebenarnya apa sih kesehatan mental itu? Kesehetan mental/jiwa merupakan kondisi sehat secara emosional, psikologis, dan sosiologis yang terlihat dari hubungan interpersonal dengan orang lain. Seseorang yang memiliki jiwa yang sehat mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, berinteraksi dengan baik, berpikir secara jernih, dan mampu mengendalikan emosinya. Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang mana dapat memberikan dampak besar terhadap kepribadian dan perilaku seseorang.. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mental akan berdampak pada cara pikir, mood, cara menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Namun jangan sampai para orang tua memiliki konsepsi yang salah terhadap kesehatan mental. Kebanyakan orang menganggap seseorang yang memiliki gangguan mental tidak dapat disembuhkan, muncul tiba-tiba, aib bagi lingkungannya, dan peristiwa tunggal. Hal tersebut merupakan konsepsi yang salah! Perlu diingat, bahwa setiap gangguan mental pasti memiliki faktor penyebabnya, seperti trauma,cedera, stres berat dalam waktu yang lama, kondisi lingkungan yang buruk, KDRT, pelecehan anak, merasa kesepian,kurangnya dukungan keluarga, penggunaan obat-obatan yang dapat merusak otak,dsb.
Masa kanak-kanak merupakan masa perkembangan sehingga pengalaman awal masa kanak menjadi suatu hal yang penting. Perkembangan mental anak yang optimal harus diawali dengan kesehatan mental yang baik. Oleh karena itu, para orang tua perlu menjaga kesehatan mental si anak sedini mungkin. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kondisi mental anak tetap baik antara lain;
1. Bangun kepercayaan anak terhadap orang tua (basic trust)
2. Bina hubungan yang baik dengan anak
3. Tingkatkan rasa percaya diri anak
4. Ajarkan anak cara untuk meredakan stres
5. Biasakan anak dengan pola hidup sehat
6. Mendorong anak untuk bersosialisasi
7. Ajari anak untuk menikmati proses
8. Kritik perilakunya, bukan orangnya
9. Menciptakan lingkungan rumah yang aman
Kondisi mental anak akan sangat mudah memberikan dampak terhadap perilaku anak. Perubahan perilaku yang dapat terjadi pada anak yakni:
1. Terlihat tidak semangat dan mudah marah
2. Cenderung meledak-ledak saat marah
3. Menunjukan sikap agresif dan tidak menuruti kata orangtua
4. Hiperaktif atau tidak bisa diam tanpa sebab yang jelas
5. Menghindari pergi ke sekolah atau tidak ingin bermain dengan anak seusianya
6. Sering terlihat cemas
7. Mudah merasa takut
8. Penurunan prestasi akademik di sekolah
Para orang tua harus jeli terhadap perubahan perilaku yang dialami anaknya. Sebisa mungkin, gali masalah apa yang terjadi pada dirinya atau lingkungannya. Jika kesulitan, dapat meminta bantuan psikolog atau psikiater.
Penulis: Rifda Ayu Aqila
Komentar
Posting Komentar