Anak adalah investasi dan harapan masa depan bangsa serta sebagai penerus generasi di masa mendatang. Dalam siklus kehidupan, masa anak-anak merupakan fase dimana anak mengalami tumbuh kembang yang menentukan masa depannya. Perlu adanya optimalisasi perkembangan anak, karena selain krusial juga pada masa itu anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua atau keluarga sehingga secara mendasar hak dan kebutuhan anak dapat terpenuhi secara baik. Anak seyogyanya harus dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, bahagia, bermoral tinggi dan terpuji, karena di masa depan mereka merupakan aset yang akan menentukan kualitas peradaban bangsa. Fenomena yang perlu mendapat perhatian saat ini adalah maraknya anak-anak terlantar. Meningkatnya angka penduduk miskin telah mendorong meningkatnya angka anak putus sekolah dan meningkatnya anak-anak terlantar. Pada umumnya anak-anak terlantar mengalami masalah ganda seperti kesulitan ekonomi, menderita gizi buruk, kurang perhatian dan kasih sayang orang tua, tidak bisa mendapat layanan pendidikan secara maksimal, dan lain sebagainya.
Anak jalanan merupakan salah satu bagian dari anak terlantar. Anak jalanan adalah contoh dari anak-anak yang terlantar, baik dari pengasuhan maupun pendidikannya. Keberadaan dan berkembangnya anak jalanan merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian. Anak jalanan adalah anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan hidup sehari-hari di jalanan, baik untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalan dan tempat-tempat umum lainnya (Departemen Sosial RI, 2005: 5). Anak jalanan seperti halnya anak-anak lain, memiliki hak yang sama. Yakni mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang layak. Namun fenomena-fenomena keterlantaran yang terjadi di masyarakat tersebut membuat anak jalanan harus hidup di jalanan yang jauh dari kesejahteraan yang seharusnya mereka dapatkan. Dalam perkembangannya menuju kedewasan, tiap anak masih sangat membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang tua dan orang-orang sekitar agar mereka dapat melalui proses tumbuh kembang secara optimal. Begitu halnya dalam proses perkembangan menuju kedewasaaan. Masa remaja merupakan masa yang penting untuk diperhatikan, karena di sinilah seseorang mengalami proses pencarian jati diri. Banyak fenomena-fenimoena anak jalanan remaja yang terjadi di masyarakat. Anak jalanan remaja sangatlah rawan untuk mendapatkan pengaruh yang tidak baik dari kehidupan jalanan yang keras. Mereka akan lebih berpotensi untuk melakukan kenakalan-kenakalan remaja, yakni melakukan perbuatan dalam bentuk penyelewengan atau penyimpangan tingkah laku yang dilakukan oleh remaja, berupa pelanggaran hukum menurut Undang-Undang hukum pidana, norma agama maupun norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Kenakalan-kenakalan yang banyak dilakukan oleh anak jalanan remaja seperti mencuri, mencopet, minum minuman keras, perjudian, kekerasan fisik, eksploitasi seksual, pecandu narkotika, penjarah toko atau menjadi pelacur. Padahal idealnya masa ini adalah suatu periode kehidupan dimana kapasitas untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien mencapai puncaknya. Hal ini adalah karena selama periode remaja ini, proses pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan.
Penulis: Dian Furqona
Komentar
Posting Komentar