SUKA DUKA JADI VOLUNTEER DI BULAN RAMADHAN (SSN2021)

Halo sobat Volunteer!! Sobat volunteer yang sering kepoin Komunitas Senyum Anak Nusantara pasti tau dong apa itu SSN? Yakk SSN itu singkatan dari Seribu Senyum Nusantara. Nah SSN ini biasanya wajib dilaksanakan pertama kali ketika memasuki periode SAN Chapter Semarang yang baru.

Seribu Senyum Nusantara kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya karena tepat  dilaksanakan pada saat bulan Suci Ramadhan plus dilaksanakan di tengah kondisi pandemi COVID-19. Terinspirasi dari hal itu panitia SSN 2021 sepakat mengusung tema “Bersatu dengan Jarak di Bulan Suci” Nah loh gimana tuh bersatu tapi kok dengan jarak? pasti kebayang dong gimana pusingnya panitia SSN 2021 pada saat itu. Disisi lain kami senang bisa mendapatkan pahala yang berlipat-lipat di bulan suci.

Nah kebetulan yang menjadi ketua pelaksana itu aku sendiri. Sebelumnya aku belum pernah mengikuti kegiatan organisasi tapi aku memberanikan diri jadi ketua pelaksana. Next aku ceritaiin deh gimana rasanya jadi orang yang gapernah punya pengalaman organisasi ataupun kepanitian tapi sok-sokan jadi ketua dan gimana cara ku biar berani ngambil langkah itu. (Ceritanya spoiler dikit xixi)

Aku mulai dari duka jadi panitia SSN 2021 yaa. Yang namanya melaksanakan suatu kegiatan pasti sebelumnya wajib dan sering melaksanakan rapat yakann? Nah karena sebagian besar dari kami merupakan mahasiswa, jadi kami rapat di malam hari. Rapat rutin dimulai pada pukul 20.30 WIB menunggu teman-teman panitia selesai sholat terawih, ini cukup membuat lelah dan malas sih soalnya memasuki waktu istirahat setelah beraktivitas seharian. Kami pun mengalami kesulitan mencari panti asuhan yang diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan di tengah kondisi pandemi. Duka selanjutnya yaitu kami lupa memilih jenis masker untuk hijab, ini satu kesalahan yang cukup fatal sih karena pada akhirnya pihak panti memakai masker milik mereka sendiri. (Mungkin ini bisa dijadikan pelajaran yaa buat next panitia proker SAN 2021 ketika di masa pandemi ini hihi). Nah duka yang terakhir yaitu kami merasa lapar dan kehausan saat acara berlangsung (hayoo ngaku siapa kemarin panitia SSN 2021 yang ngeluh udah gakuat wkwk๐Ÿ˜…). Kami memulai kegiatan sekitar pukul 14.00 WIB, yaa wajar sih kami merasa kelelahan karena berada di jam-jam rawan saat puasa dan kita dituntut harus semangat di depan adik-adik panti asuhan.

Tetapi dibalik duka itu kami senang bisa menghibur adik-adik Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Tahfidhul Qur’an Al Yasiroh di Gunung Pati. Kami juga bangga bisa menyelesaikan tantangan demi tantangan yang kita hadapi dengan baik di tengah kondisi yang seperti itu. Acara yang berlangsung juga berjalan sangat menyenangkan mulai dari ice breaking, penyampaian materi yang tidak membosankan dan games yang mengasah kecerdasan serta ketrampilan anak-anak panti.


Bulan suci Ramadhan merupakan bonus yang kami dapatkan ketika melaksanakan kegiatan ini. Sedangkan pandemi adalah salah satu hikmah yang dapat kita ambil bahwa “Sesulit apapun hal yang sedang kita hadapi tidak mengurangi rasa kepedulian dan semangat kami untuk menebar senyum kebahagiaan anak-anak”

(Sedikit sedih karena kami tidak melihat senyum mereka secara jelas karena masker)

Semoga pandemi cepat selesai ya!!! Supaya kita bisa menebar kebaikan-kebaikan yang lebih banyak dan bisa melihat senyum anak-anak dengan jelas tanpa tertutup masker. AAMIIN...๐Ÿ’–



oleh: anisapm

Komentar

  1. Butuh effort & inisiatif tinggi untuk bisa membuat acara ini menjadi sukses. Apalagi ini menyangkut paut tentang anak anak yatim-piatu. Patut diapresiasi dengan adanya kegiatan ini. Memang tidak mudah untuk menjadi pemimpin dalam suatu kegiatan tetapi itu membuat kita menjadi tau & berpengalaman. Apalagi kita memberanikan diri untuk menjadi pemimpin/ketua walaupun sebelumnya belum pernah ikut dalam organisasi. Akupun dulu juga pengen banget jadi ketua dalam sesuatu organisasi seperti ketua OSIS, ketua Pelaksana Kegiatan,dll. Tetapi rasa tidak percaya diri & insyekur membuat ku mundur dari itu semua (btw sm aja ga si artinya? , Ashh mbuhh Ben panjang ae). Susah juga ya ternyata ngadain kegiatan dibulan suci Ramadhan ditambah lagi saat pandemi covid-19. Salut sihh rela mengorbankan jatah waktu istirahat yg habis beraktivitas seharian buat rapat supaya bisa nyuksesin acara ini. Aku ngakak yang bagian masker sihh,, emg beda ya?? Masker kerudung sm masker biasa ๐Ÿ˜…?. Back to topic, acara ini sangat bermanfaat ๐Ÿ‘ Walaupun aku gatau acara disana kyk gimana, tapi dari artikel ini sudah ada bayangan, ohh gini acaranya. Walaupun jg mereka pakai masker, Sansemarang bukan senyum anak Nusantara lgi donk tp senyum anak bermasker Nusantara xixixi , ngga ngga candaaa๐Ÿ™๐Ÿ˜…. Semoga covid cepet ilangg aamiin..

    So, buat yang nulis artikel ini nice๐Ÿ‘ dari segi alur cerita awal sampai penutupan, bener2 anak ilkom wkwk

    Kalo ada kata kata/bahasa yang kurang berkenan & menyinggung aku mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena aku lagi belajar juga untuk bisa membuat tulisan dengan baik & benar.

    Wassalamu'alaikum wr.wb

    BalasHapus

Posting Komentar