Disiplinkan Anak Tanpa Amarah (Volunteer Session)

Hai sobat volunteers! Sebagai volunteer yang bergerak dibidang organisasi anak-anak. Pastinya kalian harus tahu dong, gimana cara mendidik anak-anak tanpa harus menggunakan amarah. 

Masa anak-anak merupakan langkah dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, gerak-motorik, dan sosial emosional pada anak usia dini (Sujiono & Uliarni, 2011). Maka tak heran jika kita sedang mendidik anak-anak mereka cenderung asyik sendiri, berlarian kesana kemari, tidak mau diam hingga bertengkar dengan temannya karena berebut mainan. Hal itu pastinya sangat menguras energi baik tenaga, pikiran ataupun emosi kita. 

Nah berikut tips cara mendisiplinkan anak tanpa menggunakan amarah. 

1. Posisikan diri kita sebagai anak-anak

Seperti yang sudah kita bahas di atas, masa anak-anak adalah masa dimana ingin tahu segala hal yang ada di sekitarnya. Kita harus tahu hal-hal apa saja yang membuat anak-anak tertarik sehingga dalam proses mendidik anak-anak dapat memperhatikan kita tanpa merasa bosan. 

2. Jangan pilih kasih

Dalam mengajar tentunya kita dihadapkan dengan puluhan anak-anak yang memiliki beragam karakter, bukan? maka dari itu sebisa mungkin harus memberi kasih sayang yang sama rata. Jangan sampai membuat salah satu dari mereka merasa diabaikan. Biasanya anak-anak yang merasa diabaikan cenderung mencari perhatian dengan cara mereka sendiri seperti berlarian kesana kemari, bertengkar dengan temannya dll. Atau ada juga anak yang cenderung diam sehingga tidak betah selama proses mendidik.

3. Buat peraturan 

Buatlah peraturan atau kesepakatan pada anak-anak saat proses kegiatan berlangsung. Jelaskan alasan mengapa peraturan dibuat. Selain dapat mendisiplinkan anak hal ini juga dapat melatih tanggung jawab anak. 

4. Tenang, gunakan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai umurnya

Tentunya ketika kita sedang marah bahasa yang kita keluarkan menjadi beraneka ragam dan nada suara menjadi lebih tinggi. Maka dari itu sobat volunteer harus berusaha menangkan diri dulu. Setelah itu barulah kita gunakan kata dan kalimat untuk memberitahu anak-anak. 

5. Pahami anak-anak

Hal ini berkaitan dengan poin nomor 1, kita harus paham terhadap anak-anak yang kita didik. Seperti alasan mengapa anak ada yang susah diam, sulit diatur dll. Mungkin anak tersebut ketika di rumah tidak berani mengekspresikan dirinya karena orang tuanya yang galak sehingga ketika berada diluar rumah ia cenderung aktif dan ingin diperhatikan orang lain. Jika sudah paham didiklah anak sesuai dengan karakternya.

6. Sabar

Mungkin sobat volunteer sudah bosan mendengar kata ini. Tetapi sabar adalah kunci dalam menghadapi anak-anak. Jangan sampai cara didikan kita membuat mereka merasa tidak tertarik lagi dengan proses belajar karena kita sering meluapkan amarah kepada mereka. 

Nah gimana sobat volunteer, sudah tahu kan bagaiamana cara mendisplinkan anak tanpa menggunakan amarah? Semoga hal ini dapat bermanfaat untuk  kalian dalam mendidik anak-anak diluar sana ya.

Salam hangat dari seluruh anggota SAN 💖

https://www.instagram.com/san.semarang.2020/

Penulis: apm./

Komentar