Sekolah Nusantara ke-6: Menjaga Warisan Kesenian dan Kebudayaan Indonesia

 

Foto bersama sambil memamerkan hasil praktek membuat gelang manik-manik

Penulis: Chintya Dwi Yuni Anindya Putri | Kontributor: Sakinata Fii Qulbi Kusumawati & Rhisma Sekar PambayunEditor: Aula Rizqi Maharani |
Sekolah Nusantara | SAN Chapter Semarang |
Sekolah Nusantara merupakan wadah bagi anak-anak untuk belajar di luar sekolah. Sesuai dengan arahan SAN Pusat, Sekolah Nusantara diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan Belajar Luar Kelas (BLK). Sekolah Nusantara 2023 dilaksanakan di Rusun Bandarharjo yang dihadiri kurang lebih 58 anak dari tujuh RT dan 15 panitia. Sekolah Nusantara dilaksanakan dua minggu sekali selama lima bulan, mulai dari Agustus - Desember. Saat ini, Sekolah Nusantara sudah sampai pertemuan ke-6. Pada pertemuan ini, anak-anak belajar mengenai Kesenian dan Kebudayaan.

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Setiap suku bangsa memiliki nilai budaya dengan ciri khas masing-masing. Kebudayaan di Indonesia sangat beragam, mulai dari Sabang sampai Merauke. Salah satu negara yang memiliki banyak budaya adalah Indonesia karena memiliki 1.340 suku. 

Namun, dalam era modernisasi banyak anak Indonesia yang menganut budaya asing dan melupakan budaya sendiri. Rendahnya kecintaan terhadap budaya asli dapat menyebabkan budaya Indonesia secara perlahan mulai punah. Berbagai budaya barat yang menghantarkan kita untuk hidup modern membuat kita meninggalkan segala hal yang tradisional, salah satunya adalah permainan tradisional. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari dan melestarikan keanekaragaman budaya Indonesia agar tidak hilang dan terus berkembang.

Daerah Pulau Jawa memiliki banyak jenis permainan tradisional yang masih ada dan dilestarikan sampai sekarang yang biasa disebut dolanan anak. Di Jawa Tengah ada puluhan jenis dolanan anak yang cukup terkenal, di antaranya boy-boy-an, gobak sodor, pate lele, bekel, dakon, ceblek nyamuk, dan lain-lain. 

Salah satu permainan tradisional yang berasal dari Jawa Tengah adalah cublak-cublak suweng.

Bermain cublak-cublak suweng (dok. pribadi)

Pada pertemuan ke-6, anak-anak Sekolah Nusantara bermain cublak-cublak suweng. Permainan ini melibatkan kelompok sehingga dapat mengasah percaya diri anak ketika saling berinteraksi dan bekerja sama. Selain itu, permainan ini juga dapat membantu dalam pembentukan karakter tanggung jawab pada anak-anak. 


Berikut lirik lagu Cublak-Cublak Suweng yang menggunakan bahasa Jawa

Cublak-cublak suweng 

Suwenge ting gelenter 

Mambu ketundhung gudel

Pak empong lera lere 

Sapa ngguyu ndhelikkake 

Sir sir, pong dhele kopong


Makna yang terkandung pada lirik Cublak-Cublak Suweng adalah untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu, tetapi semuanya kembali ke hati nurani yang bersih. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukan kebahagian dan tidak tersesat di jalan hingga lupa akan akhirat. Dari sisi budaya, anak-anak dapat belajar lagu dolanan cublak-cublak suweng untuk menjauhkan diri dari hawa nafsu dan menjaga keharmonisan dengan orang tua, lingkungan, dan orang lain. Tak hanya mengenal permainan tradisional dari Jawa Tengah, pertemuan ini juga mengenalkan anak-anak dengan berbagai lagu daerah, di antaranya: (1) Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, (2) Gundul-Gundul Pacul dari Jawa Tengah, dan (3) Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara Timur.


Selain mengenal kebudayaan Indonesia lebih dekat, anak-anak Sekolah Nusantara juga belajar sambil mempraktikkan cara membuat gelang, kalung, atau cincin dari manik-manik.



Pembuatan gelang manik-manik (dok. pribadi)


Saat membuat manik-manik, anak-anak merasa senang karena bisa mengeksplorasi hal baru.
“Seru bangettt bisa bikin kalung buatan sendiri,” ujar Raqilla kelas dua SD.
“Kegiatannya seru, soalnya mengasah kreativitas,” ujar Dzaky kelas lima SD.

Dari sini dapat terlihat bahwa kegiatan membuat manik-manik bermanfaat untuk mengasah kreativitas anak-anak. Kreativitas pada anak sangat penting untuk dikembangkan karena dapat membantu mereka dalam memecahkan masalah, mempelajari banyak hal baru, dan berpikir out of the box. Dalam jangka panjang, kreativitas anak dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berprestasi, dan sukses di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan kreativitas anak.


Referensi:
Ariesta, F. W. (2019). Nilai Moral Dalam Lirik Dolanan Cublak-Cublak Suweng. Ilmu Budaya Cakrawala, 7 (2), 188–192.

Fasawwa, S. S., & Damaledo, Y. D. (2021). Lirik Lagu Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah dan Artinya. tirto.id. 
https://tirto.id/lirik-lagu-cublak-cublak-suweng-dari-jawa-tengah-dan-artinya-glXG.



Komentar